kubuka kelopak mataku dari timbunan belek yang sudah mengering dan mulai menempel tak jelas disekitar mataku
kutengok jam yang sudah mulai lelah karena tak sanggup menyadarkanku dari lelapnya mimpi yang tak terbatas...
kusempatkan otak ini untuk menyapa pagi...
wahai pagi,,apa yang akan kau hadiahkan kepadaku hari ini??tanyaku dalam segelintir lamunanku..
semoga hari ini aku mendapat hadiah darimu ...
embunpun menanti sapuan hangat suryamu menandakan bahwa hidup ini tak akan abadi...
yah..hari ini akan aku lalui dengan tidak memperdulikan perasaan orang lain..memang sedikit egois tapi inilah aku..
kulihat orang disekitarku tak ada yang mau mendngarkan apa yang aku sanjungkan kepada sang pagi..ehh mereka malah menganggapuku GILA..
itulah realita hidup yang selalu aku jalani tanpa ada perubahan yang ingin aku rasakan sebenarnya..
aku sadar jiwaku tak selamanya akan penuh dengan sikap cuek yang seolah tak ingin mencumbu kata sosial..tapi ku juga tak mau hilang patah dengan mahluk yang aku namakan BEBAS..
bebas dari semua keterpurukan hidup yang monoton
bebas dari kelihaian lidah orang yang mencibirku
bebas dari strata sosial yang dengan bangga orang2 menjijikkanku..
ya..bebas dari semuanya..
kau tahu pagi??apa yang akan kau berikan padaku hari ini akan menentukan sikap dan sgala hal yang akan aku lakukan untuk memulai hari ini..
keyakinanku tak akan tergaggu oleh letupan orang2 yang seharusnya punya kerjaan dari pada melambaikan cacian kepadaku..
continue...
Tuhan itu jauh tak berjarak ... dekat tak bersentuhan .
Rabu, 10 Maret 2010
Kamis, 27 Agustus 2009
ANEH
apa menurut kalian harus dibicarakan???
hanya untuk rasa lega???
tapi apa diriku ini sanggup untuk mengatakannya???
kurasa jiwa ini hanya inginkan untuk mengagumi bukan mencintai...ya dia memang sudah lama mengenalku..tapi bukan sebagai orang yang begitu mencintainya..tapi hanya sebagai kakak..itu saja...
Tuhan rasa sayang ini ada bgt saja..aku juga gk ngerti knpa ini bisa hadir bgt saja tnpa ad suatu embel2 yg menuntuku untuk berbasa-basi mengenalnya dan mendekatinya...
hanya untuk rasa lega???
tapi apa diriku ini sanggup untuk mengatakannya???
kurasa jiwa ini hanya inginkan untuk mengagumi bukan mencintai...ya dia memang sudah lama mengenalku..tapi bukan sebagai orang yang begitu mencintainya..tapi hanya sebagai kakak..itu saja...
Tuhan rasa sayang ini ada bgt saja..aku juga gk ngerti knpa ini bisa hadir bgt saja tnpa ad suatu embel2 yg menuntuku untuk berbasa-basi mengenalnya dan mendekatinya...
Jumat, 03 April 2009
gk tenang !!!
aku gk ngerti apa ini saat akhir...dari penngalaman sebuah mimpi hinggg sikap cuek seseorang yang menjadi tmnpuan rasa selama ini..
Tuhan..aku belum cukup mencari bekal tuk hadapi akhir hidup ini..
aku masih penuh dengan sikap nista yang selalu aku tampakkan dalam setiap emosiku..
aku masih penuh dengan sikap hina yang selalu hadirkan dalam setiap egois..
aku memang tak suka berbagi..apapun itu Tuhan!!
semakin hari kulalui dengan kehidupan yg monoton saja..yah..kadang aku merasa bangga dengan hidupku yg selalu penuh dengan cacian org2 yg seakan mereka tak mengerti apa yg sedang diperjuangkan oleh tubuhku ini...
kadang juga aku merasa....hina,,mengapa ku seperti ini...tapi apalah rati semua ini jika hanya akan menuntut belaian kasih org yg juga tak mampu merasakan jiwa ini...
awalanya ku berharap hanya angka 7 dan sahabat ke 7 yang akan aku genggam menuju mahluk tuhan yg aku namakan SEHAT,,,tapi kecerobohan ku membuat aku menyiksa cerminan rasa yg ingin aku hilangkan sejenak saja..
tapi tak bisa Tuhan..
pagi ini aku menanti sebuah sapuan hangat mentari tuk kuatkan aku dlm lalui dinginnya gerbang menuju kematian..Tuhan,jgn jadikan ini sebuah petunjuk dimana kakiku harus berpijak pada tanah yg hnya cukup untuk diriku saja..aku ingin semuany berlalu..tanpa kata sedih,,karena itu hanya akan buat tubuh ini semakin merapuh..
jiwa ini mungkin lelah tapi aku tak ingin memanjakannya..aku tak butuh org2..aku hanya butuh sebuah kepastian yang selalu aku tunggu dipenghujung jalan yg terlalu panjang untuk aku lewati sendiri..
buatku apalah art kata juang jika tak mampu menyamakn rsa dengan hati,jika ragu mnyelaraskan otak dengan tangan dan kaki qt yg mnjlankannya..
apapun itu bntukna ku tetap sdar bhwa hdup itu gk akn prnh ngert ap yg or seprtiq mau..
haha.ktawa sndrian..nehh..kya org gila yg bru nunggu akankh ada yg dia ktawain ...
Tuhan..aku belum cukup mencari bekal tuk hadapi akhir hidup ini..
aku masih penuh dengan sikap nista yang selalu aku tampakkan dalam setiap emosiku..
aku masih penuh dengan sikap hina yang selalu hadirkan dalam setiap egois..
aku memang tak suka berbagi..apapun itu Tuhan!!
semakin hari kulalui dengan kehidupan yg monoton saja..yah..kadang aku merasa bangga dengan hidupku yg selalu penuh dengan cacian org2 yg seakan mereka tak mengerti apa yg sedang diperjuangkan oleh tubuhku ini...
kadang juga aku merasa....hina,,mengapa ku seperti ini...tapi apalah rati semua ini jika hanya akan menuntut belaian kasih org yg juga tak mampu merasakan jiwa ini...
awalanya ku berharap hanya angka 7 dan sahabat ke 7 yang akan aku genggam menuju mahluk tuhan yg aku namakan SEHAT,,,tapi kecerobohan ku membuat aku menyiksa cerminan rasa yg ingin aku hilangkan sejenak saja..
tapi tak bisa Tuhan..
pagi ini aku menanti sebuah sapuan hangat mentari tuk kuatkan aku dlm lalui dinginnya gerbang menuju kematian..Tuhan,jgn jadikan ini sebuah petunjuk dimana kakiku harus berpijak pada tanah yg hnya cukup untuk diriku saja..aku ingin semuany berlalu..tanpa kata sedih,,karena itu hanya akan buat tubuh ini semakin merapuh..
jiwa ini mungkin lelah tapi aku tak ingin memanjakannya..aku tak butuh org2..aku hanya butuh sebuah kepastian yang selalu aku tunggu dipenghujung jalan yg terlalu panjang untuk aku lewati sendiri..
buatku apalah art kata juang jika tak mampu menyamakn rsa dengan hati,jika ragu mnyelaraskan otak dengan tangan dan kaki qt yg mnjlankannya..
apapun itu bntukna ku tetap sdar bhwa hdup itu gk akn prnh ngert ap yg or seprtiq mau..
haha.ktawa sndrian..nehh..kya org gila yg bru nunggu akankh ada yg dia ktawain ...
Jumat, 20 Februari 2009
kiano disaat fajar
Sebuah kisah nyata yang diadopsi dengan pengembangan yang simple,menarik,dan mengharukan
SEBUAH NAMA DALAM KEABADIAN
Berawal dari sebuah keterpurukan keluargaku,kami semua sangat menyesali itu,sangat kami akui..
Aku Kiano Larasati…yah.. seoarang gadis berumur 16 tahun yang sangat hobi menulis,bersama kembaranku Kiara Larasati,kami berdua mungkin tak membuat papah dan mamah bahagia..itu sebabnya hari-hari yang kami lalui terasa didalam sebuah teriakan jiwa yang inginkan tuk berpisah,setiap hari yang kami rasakan hanyalah seperti menonton sebuah drama rumah tangga pada sebuah stasiun televisi yang isinya hanya berantem,saling pukul,pergi,dan segala hal yang semakin membuat kami ingin mengakhiri episode drama ini..
“Apa???kamu berani melawan saya!”,teriak papah dengan suaranya yang bisa dibilang lebih mirip dengan penyanyi seriosa..
“kenapa enggak?kamu yang lebih dulu memulainya,kenapa saya harus mengalah?”sambar mamah dengan penuh amarah membalas teriakan papah yang kami dengar sampai pelosok telinga kami.
Ya begitulah sehari-hari..makan bersama dalam satu mejapun sangat tidak mungkin kami lakukan..karena adegan yang sering kali terjadi setelah pertempuran papah dan mamah seperti film ‘saving privat ryan’adalah pergi…dan kami hanya saling tatap melihat satu sama lain kemudian mengerutkan alis masing-masing,kami tak pernah tahu apa yang menjadikan mereka bersikap seperti itu,sikap yang seolah-olah mereka tak menyadari ada dua hati yang tersiksa melihat adegan itu..aku dan kiara..aku mempunyai jiwa yang keras,tapi aku juga tak mampu melihat orang tersiksa..meski lebih sering aku yang mersakannya..bukan orang lain…karena sikap itulah aku ingin sekali berontak lari mejauh menuju tempat yang mempunyai angin sejuk yang dapat menyegarkan pikiranku dari semua keterpurukan ini…kadang kala aku ingin seperti kiara yang lembut,sabar,dan penuh senyum menghadapi ini semua.
“harus dengan apa kiara?kian sudah tidak punya kekuatan untuk melihat ini lebih lama”,ucap kiano denagn sangat lelah dan penuh kecewa untuk mengatakannya.
“tapi kamu harus sabar kian!!!semua ini bukan kehendak kita”lirihan kiara yang mencoba manyadarkan jiwaku yeng sudah mulai ingin berontak.
Kejadian-kejadian yang sama berulang hampir setiap hari dan juga semakin membuatku ingin lepas dan mengajak kiara menjauh dari situasi ini..tapi tidak!!!ternyata aku terlambat,setelah kejadian terakhir,mamah membawa kiara pergi,akupun sangat terpukul menyaksikan ini semua..
”puas pah???papah dan mamah sudah memisahkan aku dengan kiar..”ungkapku dengan penuh kesal..
“bukan begitu kian!!!papah…”ungkap papah mencoba memberi alasan..
“papah egois!!teriakan terakhir kian sambil berlalu membawa tas ransel yang lupa ditutupnya…
Mulai saat itulah aku pergi meninggalkan semuanya..
Dan keinginan itu semakin lama semakin kami inginkan walau aku tahu tak selamanya sebuah solusi itu baik,aku terserang leukemia tiga bulan yang lalu…tapi aku tak merasakan hal itu,bagiku yang kurasakan hanyalah ingin berontak dari keterpurukan ini,kucoba untuk berteman,,tapi apalah arti sebuah teman jika tak bisa sama rasakan berontakku…keadaanlah yang membuatku bersikap seperti ini,walau aku tahu aku tak bisa menyalahkannya..akhirnya perpisahanku dengan kiara terjadi walau tak satu orangpun yang mengatakan bahwa papah dan mamah telah bercerai,begitu pula dengan ketukan palu hakim dari pengadilan agama bali tak juga sampai ketelingaku…hingga kuambil keputusan tuk benar-benar mulai berontak,,sekarang aku tinggal sendiri ditengah pusat kota di bali…tapi beban berat yang kujunjung tiga bulan yang lalu tak kuasa kubendung rasanya…dengan sangat terpaksa kuhubungi nomor papah…dan kukeluhkan semua rasa ini..hingga akhirnya papah mengirim satu orang suster bertubuh kurus,tinggi,dan terlihat manis untuk menemaniku dalam berontak ini,,sampai saat ini aku masih tercatat sebagai siswi international high school di salah satu bagian daerah bali..ya..seorang siswi yang kadang merindukan belaian dan sebuah Tanya dari orang tuanya,hari demi hari berhasil aku lalui..tapi tetap saja ada yang kurang..kiara..
“sedang apa kamu kiar?tanyaku dalam hati yang menunjukkan bahwa aku sangat rindu padanya,,
Minggu-minggupun kini telah aku lalui,,tapi penyakit ini semakin mengoyak ragaku,,apakah aku kuat dengan penderitaan ini Tuhan???
Berulang kali aku keluar masuk rumah sakit..beribu obat telah aku telan stiap hari..kuteriakkan jiwaku menahan sakit ini,kugali semangat tuk hadapi sakit ini…sendiri,
Nada dering pada ponselku berbunyi..sms masuk dari nomor yang asing dimataku..kubaca sms itu sambil mengerutkan dahi dan mengucap dalam hati berharap dari orang yang aku rindukan,,,,ternyata benar,,kiara mencoba menghubungiku,kiar menceritakan bagaimana hidupnya yang tidak jauh beda dengan saat itu…”mamah egois kian”kata terakhir kiar yang sama dengan kata terakhir yang aku ucapkan pada papah.aku tak bisa berbuat apa-apa sekarang..aku tidak lebih dari seonggok daging yang tak berguna dan menunggu untuk membusuk berubah menjadi bangkai..
Teman…..hanya ada satu teman yang memperhatikanku saat ini,Gea..teman sebangku di sekolah yang selalu mendukungku dalam mencari sinar tuk lalui kegelapan ini..
“kian yang sabar ya!!!gea ada kok buat kian..janji..”ucap gea tiap kali aku merintih kesakitan melawan guncangan musuh dalam tubuhku ini,,
Ku tak tahu sampai kapan aku harus terbaring sakit seperti ini..ini bukan aku,aku bukan orang yang lemah,aku tidak mau berdiam seperti ini…Tuhan kirimkan aku malaikatmu melalui seorang teman…
Kucoba manghubungi papah..
“assalamualaikum…pah!”kataku lirih..
“waalaikumsalam..ada apa nak?sudah minum obat?”kata papah membuatku semangat..
“aku butuh teman pah!”
“teman???
Tanpa dilanjutkan telfon papah terputus..aku hanya bisa menghela nafas karena kini ku tak sanggup melontarkan sebuah kata lagi…
Aku minta tolong kepada suster yang menjagaku untuk mengambilkan beberapa kertas den pulpen dengan bahasa isyaratku…kucoba untuk menggoreskan satu demi satu kata yang ada dalam ruang bangkai otakku,tapi ku tak seperti biasanya,,kenapa aku Tuhan??
Disaat keterpurukanku ini semakin bangga merangkulku,kudapati kabar yang membuatku berpikir..harus senang atau sedihkah aku..papah dan mamah telah resmi bercerai tanpa kedatanganku..kiar yang memberitahuku..
Sudah..semua sudah berakhir..tapi hidupku dan kiara harus terus berlanjut…
Kugenggam handphoneku dengan sedikit gemetar..ku berpikir apa yang harus aku lakukan dengan keadaan yang tak mendukungku untuk beraktivitas…ku mengucap dalam hati aku butuh teman…
“gea!!”katakusemangat untuk menghubungi dia..
Tapi apa yang kutemukan..nomor yang selama ini aku yakini adalah nomor gea tidak dapat aku hubungi..dengan putus asa ku mengotak-atik handphoneku,kutekan nomor yang aku karang dengan jari yang sudah mulai lemah untuk menekan…aku tulis kata yang berharap orang yang menrima pesanku,mau menjadi temanku…
“boleh kenalan?”kataku sedikit basa-basi..
Tak lama kemudian nomor yang aku tekanpun merespon..
“siapa lagi neh?boleh-boleh…”
Sedikit ketus memang…lalu kulanjutkan lagi..
“kok ketus gitu sih,aku bisa panggil kamu siapa?
“maaf..hmm,,panggil ja aku fajar..kalau kamu?”ucapnya mengenalkan diri.
“aku kiano larasati,boleh aku jadi temen kamu?kataku menawarkan diri..
“boleh-boleh…btw..kamu anak mana neh?tanyanya mulai akrab.
“aku tinggal di Bali,aku pengen deh bisa cerita sama kamu!kataku dengan penuh harap supaya dia mau..
“boleh!”katanya singkat..
“mas fajar,kalau kamu punya temen yang sakit parah apa yang kamu lakuin?tanyaku memulai cerita ini..
“ya..aku kasih perhatian yang lebih,bikin dia selalu tersenyum dan semangat…”jawabnya..
“mas fajar masih mau jadi temen aku walau aku kena leukemia?”tanyaku lagi,,
“hah..yang bener???tenang aja mas janji gak akan ninggalin kamu kiano!”katanya dengan penuh rasa heran….
Dan tak lama kemudian dia kirimkan kata semangat untuk kuatkan aku..
(Fajar,11 januari 2009)
Begitu terus selanjutnya..aku ceritakan semua yang aku alami sampai saat ini..dia memperhatikanku,dia menemaniku.walau aku masih mengharap gea menghubungiku…
Aku ambil kembali kertas dan pulpen yang tadi kucoba kucorat-coret..dan kutuliskan perasaanku menemukan sahabat……aku curahkan semua yang aku rasakan pada diri mas fajar,,entah kenapa walau bau beberapa manit saja aku dan mas fajar berkenaln tapi aku merasakan ada yang berbeda dari temanku yang lain,mas fajar begitu mengerti keadaanku,aku ingin sekali bertemu dengannya sebelum semuanya berakhir..
Tapi apakah mungkin aku bisa menjawab semua Tanya yang aku kumpulkan dalam hati yang sudah mulai penasaran..
(kiano,12 januari 2009)
bersambung....
SEBUAH NAMA DALAM KEABADIAN
Berawal dari sebuah keterpurukan keluargaku,kami semua sangat menyesali itu,sangat kami akui..
Aku Kiano Larasati…yah.. seoarang gadis berumur 16 tahun yang sangat hobi menulis,bersama kembaranku Kiara Larasati,kami berdua mungkin tak membuat papah dan mamah bahagia..itu sebabnya hari-hari yang kami lalui terasa didalam sebuah teriakan jiwa yang inginkan tuk berpisah,setiap hari yang kami rasakan hanyalah seperti menonton sebuah drama rumah tangga pada sebuah stasiun televisi yang isinya hanya berantem,saling pukul,pergi,dan segala hal yang semakin membuat kami ingin mengakhiri episode drama ini..
“Apa???kamu berani melawan saya!”,teriak papah dengan suaranya yang bisa dibilang lebih mirip dengan penyanyi seriosa..
“kenapa enggak?kamu yang lebih dulu memulainya,kenapa saya harus mengalah?”sambar mamah dengan penuh amarah membalas teriakan papah yang kami dengar sampai pelosok telinga kami.
Ya begitulah sehari-hari..makan bersama dalam satu mejapun sangat tidak mungkin kami lakukan..karena adegan yang sering kali terjadi setelah pertempuran papah dan mamah seperti film ‘saving privat ryan’adalah pergi…dan kami hanya saling tatap melihat satu sama lain kemudian mengerutkan alis masing-masing,kami tak pernah tahu apa yang menjadikan mereka bersikap seperti itu,sikap yang seolah-olah mereka tak menyadari ada dua hati yang tersiksa melihat adegan itu..aku dan kiara..aku mempunyai jiwa yang keras,tapi aku juga tak mampu melihat orang tersiksa..meski lebih sering aku yang mersakannya..bukan orang lain…karena sikap itulah aku ingin sekali berontak lari mejauh menuju tempat yang mempunyai angin sejuk yang dapat menyegarkan pikiranku dari semua keterpurukan ini…kadang kala aku ingin seperti kiara yang lembut,sabar,dan penuh senyum menghadapi ini semua.
“harus dengan apa kiara?kian sudah tidak punya kekuatan untuk melihat ini lebih lama”,ucap kiano denagn sangat lelah dan penuh kecewa untuk mengatakannya.
“tapi kamu harus sabar kian!!!semua ini bukan kehendak kita”lirihan kiara yang mencoba manyadarkan jiwaku yeng sudah mulai ingin berontak.
Kejadian-kejadian yang sama berulang hampir setiap hari dan juga semakin membuatku ingin lepas dan mengajak kiara menjauh dari situasi ini..tapi tidak!!!ternyata aku terlambat,setelah kejadian terakhir,mamah membawa kiara pergi,akupun sangat terpukul menyaksikan ini semua..
”puas pah???papah dan mamah sudah memisahkan aku dengan kiar..”ungkapku dengan penuh kesal..
“bukan begitu kian!!!papah…”ungkap papah mencoba memberi alasan..
“papah egois!!teriakan terakhir kian sambil berlalu membawa tas ransel yang lupa ditutupnya…
Mulai saat itulah aku pergi meninggalkan semuanya..
Dan keinginan itu semakin lama semakin kami inginkan walau aku tahu tak selamanya sebuah solusi itu baik,aku terserang leukemia tiga bulan yang lalu…tapi aku tak merasakan hal itu,bagiku yang kurasakan hanyalah ingin berontak dari keterpurukan ini,kucoba untuk berteman,,tapi apalah arti sebuah teman jika tak bisa sama rasakan berontakku…keadaanlah yang membuatku bersikap seperti ini,walau aku tahu aku tak bisa menyalahkannya..akhirnya perpisahanku dengan kiara terjadi walau tak satu orangpun yang mengatakan bahwa papah dan mamah telah bercerai,begitu pula dengan ketukan palu hakim dari pengadilan agama bali tak juga sampai ketelingaku…hingga kuambil keputusan tuk benar-benar mulai berontak,,sekarang aku tinggal sendiri ditengah pusat kota di bali…tapi beban berat yang kujunjung tiga bulan yang lalu tak kuasa kubendung rasanya…dengan sangat terpaksa kuhubungi nomor papah…dan kukeluhkan semua rasa ini..hingga akhirnya papah mengirim satu orang suster bertubuh kurus,tinggi,dan terlihat manis untuk menemaniku dalam berontak ini,,sampai saat ini aku masih tercatat sebagai siswi international high school di salah satu bagian daerah bali..ya..seorang siswi yang kadang merindukan belaian dan sebuah Tanya dari orang tuanya,hari demi hari berhasil aku lalui..tapi tetap saja ada yang kurang..kiara..
“sedang apa kamu kiar?tanyaku dalam hati yang menunjukkan bahwa aku sangat rindu padanya,,
Minggu-minggupun kini telah aku lalui,,tapi penyakit ini semakin mengoyak ragaku,,apakah aku kuat dengan penderitaan ini Tuhan???
Berulang kali aku keluar masuk rumah sakit..beribu obat telah aku telan stiap hari..kuteriakkan jiwaku menahan sakit ini,kugali semangat tuk hadapi sakit ini…sendiri,
Nada dering pada ponselku berbunyi..sms masuk dari nomor yang asing dimataku..kubaca sms itu sambil mengerutkan dahi dan mengucap dalam hati berharap dari orang yang aku rindukan,,,,ternyata benar,,kiara mencoba menghubungiku,kiar menceritakan bagaimana hidupnya yang tidak jauh beda dengan saat itu…”mamah egois kian”kata terakhir kiar yang sama dengan kata terakhir yang aku ucapkan pada papah.aku tak bisa berbuat apa-apa sekarang..aku tidak lebih dari seonggok daging yang tak berguna dan menunggu untuk membusuk berubah menjadi bangkai..
Teman…..hanya ada satu teman yang memperhatikanku saat ini,Gea..teman sebangku di sekolah yang selalu mendukungku dalam mencari sinar tuk lalui kegelapan ini..
“kian yang sabar ya!!!gea ada kok buat kian..janji..”ucap gea tiap kali aku merintih kesakitan melawan guncangan musuh dalam tubuhku ini,,
Ku tak tahu sampai kapan aku harus terbaring sakit seperti ini..ini bukan aku,aku bukan orang yang lemah,aku tidak mau berdiam seperti ini…Tuhan kirimkan aku malaikatmu melalui seorang teman…
Kucoba manghubungi papah..
“assalamualaikum…pah!”kataku lirih..
“waalaikumsalam..ada apa nak?sudah minum obat?”kata papah membuatku semangat..
“aku butuh teman pah!”
“teman???
Tanpa dilanjutkan telfon papah terputus..aku hanya bisa menghela nafas karena kini ku tak sanggup melontarkan sebuah kata lagi…
Aku minta tolong kepada suster yang menjagaku untuk mengambilkan beberapa kertas den pulpen dengan bahasa isyaratku…kucoba untuk menggoreskan satu demi satu kata yang ada dalam ruang bangkai otakku,tapi ku tak seperti biasanya,,kenapa aku Tuhan??
Disaat keterpurukanku ini semakin bangga merangkulku,kudapati kabar yang membuatku berpikir..harus senang atau sedihkah aku..papah dan mamah telah resmi bercerai tanpa kedatanganku..kiar yang memberitahuku..
Sudah..semua sudah berakhir..tapi hidupku dan kiara harus terus berlanjut…
Kugenggam handphoneku dengan sedikit gemetar..ku berpikir apa yang harus aku lakukan dengan keadaan yang tak mendukungku untuk beraktivitas…ku mengucap dalam hati aku butuh teman…
“gea!!”katakusemangat untuk menghubungi dia..
Tapi apa yang kutemukan..nomor yang selama ini aku yakini adalah nomor gea tidak dapat aku hubungi..dengan putus asa ku mengotak-atik handphoneku,kutekan nomor yang aku karang dengan jari yang sudah mulai lemah untuk menekan…aku tulis kata yang berharap orang yang menrima pesanku,mau menjadi temanku…
“boleh kenalan?”kataku sedikit basa-basi..
Tak lama kemudian nomor yang aku tekanpun merespon..
“siapa lagi neh?boleh-boleh…”
Sedikit ketus memang…lalu kulanjutkan lagi..
“kok ketus gitu sih,aku bisa panggil kamu siapa?
“maaf..hmm,,panggil ja aku fajar..kalau kamu?”ucapnya mengenalkan diri.
“aku kiano larasati,boleh aku jadi temen kamu?kataku menawarkan diri..
“boleh-boleh…btw..kamu anak mana neh?tanyanya mulai akrab.
“aku tinggal di Bali,aku pengen deh bisa cerita sama kamu!kataku dengan penuh harap supaya dia mau..
“boleh!”katanya singkat..
“mas fajar,kalau kamu punya temen yang sakit parah apa yang kamu lakuin?tanyaku memulai cerita ini..
“ya..aku kasih perhatian yang lebih,bikin dia selalu tersenyum dan semangat…”jawabnya..
“mas fajar masih mau jadi temen aku walau aku kena leukemia?”tanyaku lagi,,
“hah..yang bener???tenang aja mas janji gak akan ninggalin kamu kiano!”katanya dengan penuh rasa heran….
Dan tak lama kemudian dia kirimkan kata semangat untuk kuatkan aku..
(Fajar,11 januari 2009)
Begitu terus selanjutnya..aku ceritakan semua yang aku alami sampai saat ini..dia memperhatikanku,dia menemaniku.walau aku masih mengharap gea menghubungiku…
Aku ambil kembali kertas dan pulpen yang tadi kucoba kucorat-coret..dan kutuliskan perasaanku menemukan sahabat……aku curahkan semua yang aku rasakan pada diri mas fajar,,entah kenapa walau bau beberapa manit saja aku dan mas fajar berkenaln tapi aku merasakan ada yang berbeda dari temanku yang lain,mas fajar begitu mengerti keadaanku,aku ingin sekali bertemu dengannya sebelum semuanya berakhir..
Tapi apakah mungkin aku bisa menjawab semua Tanya yang aku kumpulkan dalam hati yang sudah mulai penasaran..
(kiano,12 januari 2009)
bersambung....
Langganan:
Postingan (Atom)